Penghasil Uranium Terbesar, Mamuju Jadi Incaran Negara Asing

by admin | Monday, May 13, 2013 | 994 views

uranium

Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat menjadi gudang tambang baru. Banyak peneliti tambang memperkirakan potensi uranium terdapat di tiga kecamatan yang terletak di Kabupaten Mamuju, antara lain Desa Takandeang Kecamatan Tapalang, Desa Belang-Belang Kecamata Kalukku, dan di KecamataTobadak yang berjarak 100 km dari Kota Mamuju. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Mamuju adalah daerah tertinggi radioktifnya di Indonesia.

“Titik uranium tidak hanya di Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju seperti yang diteliti Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang melakukan penelitian terkait adanya kandungan uranium di Kabupaten Mamuju,” kata peneliti tambang Nurdin Ashat, ST, di Mamuju beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, potensi uranium diantaranya juga terdapat di Desa Belang Belang, Kecamatan Kalukku, sekitar 30 kilometer dari Kota Mamuju dan di Kecamatan Tobadak sekitar 100 kilometer dari Kota Mamuju.

Secara umum kondisi radioaktivitas lingkungan di sana berada pada tingkat di atas normal. Potensi paling tinggi di Mamuju ditemukan di wilayah bukit Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, sekitar 40 km dari Kota Mamuju. Tinggi radioaktivitas di desa tersebut berkisar antara 2.000 – 3000 nsw per jam.

“Setelah kami melakukan penelitian tambang di Mamuju, potensi uranium ditemukan di Mamuju, namun dianggap tidak berbahaya, karena sifatnya hanya sebagai bahan baku yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga nuklir,” katanya.

Pakar ekonomi  Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Syarkawi Rauf mengatakan, uranium tersebut mempunyai potensi terbaik di Indonesia. Sehingga, pemerintah harus memanfaatkan dengan hati-hati.

“Harus dikelola untuk kemakmuran rakyat, bukan menguntungkan pihak luar,” kata Rauf ketika dihubungi di Makassar, Senin (13/5).

Komisioner pengawas persaingan usaha ini juga mengatakan, pemanfaatan uranium bukan hanya untuk menghasilkan tenaga nuklir untuk kepentingan pertahanan, tapi juga untuk kebaikan ekonomi. “Misalnya, sebagai PLTN dalam mendukung ketersediaan listrik di sini,” katanya.

Dia mengatakan, kandungan uranium di Sulawesi Barat telah diketahui banyak negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Cina, dan banyak negara besar lainnya. Oleh sebab itu, kata dia, pemerintah tidak boleh gegabah jika memiliki rencana mengelola sumber energi tersebut.

Kalau untuk kepentingan ekonomi domestik dan memenuhi kebutuhan ketersediaan pasokan listrik, kata Syarkawi, maka reaktor nuklir untuk pembangkit listrik bisa didirikan di Sulbar.

Uranium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang U dan nomor atom 92.. Ia merupakan logam putih keperakan yang termasuk dalam deret aktinida tabel periodik. Uranium memiliki 92 proton dan 92 elektron, dan berelektron valensi 6. Inti uranium mengikat sebanyak 141 sampai dengan 146 neutron, sehingganya terdapat 6 isotop uranium. Isotop yang paling umum adalah uranium-238 (146 neutron ) dan uranium-235 (143 neutron).

Semua isotop uranium tidak stabil dan bersifat radioaktif lemah. Uranium memiliki bobot atom terberat kedua di antara semua unsur-unsur kimia yang dapat ditemukan secara alami. Massa jenis uranium kira-kira 70% lebih besar daripada timbal, namun tidaklah sepadat emas ataupun tungsten. Uranium dapat ditemukan secara alami dalam konsentrasi rendah (beberapa bagian per juta (ppm) dalam tanah, bebatuan, dan air. Kita sama mengetahui bahwa Uranium adalah putaran bahan Bakar Nuklir, Reaktor Nuklir dan sebagainya untuk keperluan damai. (r01bm)

Like it? Share it!

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.