Mengajarkan Kewirausahaan Harus Kreatif, Menarik, dan Inspiratif

by admin | Tuesday, Apr 30, 2013 | 50 views

gurukreatif

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 53 persen pengangguran berusia di bawah 25 tahun dan mayoritas penganggur ini adalah pengangguran terdidik karena 74,5 persen berpendidikan SMA atau lebih tinggi. Salah satu solusi menghadapi masalah di atas adalah melalui pendidikan kewirausahaan sejak dini di sekolah. Dalam Kurikulum 2013, pendidikan prakarya dan kewirausahaan diajarkan kepada semua siswa SMA, MA, dan SMK untuk terciptanya seorang entrepreneur yang inovatif, kreatif  dan unggul di bidangnya melalui penanaman nilai-nilai kewirausahaan.

Berkaitan hal ini, untuk membekali guru dalam hal pembelajaran kewirausahaan di sekolah, sebanyak 50 orang guru SMK perwakilan dari kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan mengikuti workshop kewirausahaan di Hotel Alden Makassar, Jumat-Ahad, 26-28 April 2013. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan ini bertujuan untuk membekali guru SMK, khususnya guru kewirausahaan dalam menyajikan materi kewirausahaan, sehingga tidak sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa namun juga bisa  menginspirasi siswa untuk mencintai dan menerapkan kewirausahaan meskipun dalam bentuk sederhana.

Trainer kewirausahaan “Start and Improve Your Business” ILO, Bahrul ulum mengatakan, pendekatan pembelajaran kewirausahaan jangan lagi  bercirikan teacher centered learning atau berpusat pada guru semata. Sebaliknya, guru harus bisa berperan sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, mitra belajar sekaligus pembimbing atau konselor anak didik, ujar Bahrul dihadapan peserta wokshop.

Lebih jauh diungkap Bahrul yang juga Direktur Makassarpreneur, kewirausahaan adalah salah satu aktivitas penghidupan (life skills) yang dampaknya luar biasa dan mempunyai daya-ungkit (leverage) yang tinggi adalah aktivitas kewirausahaan. Aktivitas tersebut berawal dari adanya kultur (nilai-nilai, sikap, dan perilaku) yang tertanam dalam individu yang bersangkutan maupun lingkungannya.

“Guru jangan hanya berfokus pada aspek kognitif siswa karena kunci sukses kewirausahaan bukanlah seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki, melainkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mengambil langkah pertama guna menguji-coba pengetahuan itu. Guru harus mampu mengajarkan kewirausahaan secara lebih kreatif, menarik, dan inspiratif,” tandasnya. (R01BM)

 

Like it? Share it!

Leave A Response

You must be logged in to post a comment.